AALI
9725
ABBA
0
ABDA
6950
ABMM
1205
ACES
1260
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2700
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1780
AGAR
0
AGII
1495
AGRO
2250
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
68
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
200
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4040
AKSI
434
ALDO
750
ALKA
222
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.64
0.28%
+1.30
IHSG
6118.41
0.09%
+5.30
LQ45
861.86
0.23%
+1.99
HSI
24311.91
-0.77%
-188.48
N225
29437.68
-2.47%
-746.28
NYSE
16328.79
-1.63%
-271.00
Kurs
HKD/IDR 1,831
USD/IDR 14,265
Emas
796,218 / gram

Terseret Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Saham Alfamart (AMRT) Anjlok

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 04 Agustus 2021 14:48 WIB
Saham AMRT ditransaksikan Rp 43,27 miliar dengan volume perdagangan 31,32 juta saham. 
Terseret Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Saham Alfamart (AMRT) Anjlok

IDXChannel – PT Sumber Alfaria Trijaya TBK (AMRT), atau alfamart yang merupakan bagian dari alfamidi juga, jadi perbincangan publik lantaran ada laporan dugaan kasus penipuan yang dituduhkan kepada dua direksi Alfamart.

Beredarnya kabar tersebut, saham AMRT turun hingga 2,81% di Rp1.385 per saham pada penutupan perdagangan sesi II, Selasa (3/8/2021). Saham AMRT ditransaksikan Rp 43,27 miliar dengan volume perdagangan 31,32 juta saham. 

Nilai kapitalisasi pasar AMRT mencapai Rp 57,51 triliun, dengan kenaikan saham sepekan 10,36% dan 3 bulan terakhir sahamnya naik 47%. Sejak awal tahun hingga saat ini saham AMRT melejit 73,13%.

Pada perdagangan sesi II siang ini, Rabu (4/8/2021), saham AMRT masih turun 5 poin atau 0,36% ke posisi Rp1.389 per saham pada pukul 14:24 WIB.

Diketahui pada 6 Juni 2021 lalu, penerima waralaba (franchise) yaitu Ihlen Yeremia Manurung melaporkan kedua direktur tersebut ke pihak kepolisian terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Pihaknya telah melapor ke Polda Metro Jaya namun sampai saat ini pihak Alfamart menyatakan perseroan belum menerima panggilan dari kepolisian terkait tuduhan tersebut.

“Kami melaporkan pihak PT SAT ke Polda Metro Jaya pada 6 Juni 2021 atas dugaan adanya penipuan dan penggelapan,” ungkap Jimmy, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (4/8/2021)

Laporan itu diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/2888/VI/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 6 Juni 2021. Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Kuasa hukum Ihlen, Jimmy Manurung menyebutkan dugaan penipuan dan penggelapan bermula saat CV Andalus Makmur Indonesia yang diwakili kliennya, membeli hak usaha waralaba Alfamart untuk periode 19 September 2013 sampai dengan 19 September 2018 lalu. Namun saat hak usaha habis pada 14 Februari 2019, pihak Alfamart mengirimkan surat tagihan sebesar Rp66 juta pada pelapor.

Tidak terima akan hal itu, klien Jimmy mendatangi kantor Alfamart untuk meminta penjelasan. Bukan kejelasan yang didapat, Jimmy mengaku kliennya justru diusir dari kantor.

Namun pihak Alfamart menyebutkan, franchise keberatan dengan hasil perhitungan tutup toko ppada Maret 2019. Kemudian pihak perseroan berinisiasi untuk melakukan diskusi kembali mengenai perhitungan tutup toko Lengkong Gudang Timur. Kendandi demikian, pihaknya mengaku franchise menolak untuk langsung bertemu.

“Terkait dengan transparansi laporan keuangan, perseroan telah memberikan laporan keuangan berupa neraca, laporan laba rugi, buku besar, dan rekening koran setiap bulannya selama toko tersebut beroperasi sejak 2013 sampai dengan 2018,” ungkap Alfamart dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (2/8/2021).

Berbeda dengan itu, pihak klien Jimmy mengatakan, pihaknya hanya menginginkan ada transparansi laporan keuangan dari PT Sumber Alfaria Trijaya TBK. Hanya saja, tidak pernah ada titik temu antara kedua belah pihak.

“Perseroan telah melakukan proses mediasi di Kementerian Perdagangan RI sejak 15 April 2021 sampai dengan 2 Juni 2021,” jelas Alfamart.

Perkembangan informasi terbaru, laporan itu dilimpahkan oleh Polda Metro Jaya ke Polres Metro Tangerang Kota sesuai bobot dan locus delicti agar memudahkan proses penyidikan. (FIRDA/NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD