sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tertekan Aksi Jual, Imbal Hasil Obligasi RI Berpotensi Tinggi hingga Akhir 2026

Market news editor Rohman Wibowo
18/06/2026 17:59 WIB
Pasar obligasi Indonesia berpotensi menghadapi transisi seiring dengan terbentuknya tren imbal hasil tinggi (higher yield environment).
Tertekan Aksi Jual, Imbal Hasil Obligasi RI Berpotensi Tinggi hingga Akhir 2026. Foto: Freepik.
Tertekan Aksi Jual, Imbal Hasil Obligasi RI Berpotensi Tinggi hingga Akhir 2026. Foto: Freepik.

Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja indeks menunjukkan adanya kesenjangan performa yang mencolok antara surat utang milik negara dan instrumen swasta.

"Bisa dilihat government bond yang total return itu minus 4,01 persen secara year to date," papar Salvian.

Kejatuhan kinerja obligasi pemerintah tersebut bersumber dari anjloknya clean price surat utang negara secara ekstrem sebesar 6,96 persen (ytd), dengan titik penurunan terdalam terjadi sepanjang bulan Juni ini. 

Di sektor swasta, indeks total imbal hasil obligasi korporasi hanya terkoreksi tipis sebesar 0,99 persen (ytd). Selain itu, depresiasi harga bersih pada surat utang swasta juga terpantau jauh lebih terkendali, yakni hanya turun sebesar 4,4 persen secara (ytd).

Perbedaan ini, menurut Salvian, disebabkan oleh besaran kompensasi bunga atau imbalan yang ditawarkan oleh perusahaan swasta kepada para pemodal. Karakteristik proteksi kupon ini membuat instrumen utang non-pemerintah tampil sebagai portofolio defensif yang andal di tengah tren kejatuhan harga aset.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement