AALI
9975
ABBA
300
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
835
ADMF
7600
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
362
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1285
ALKA
304
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.35
-1.24%
-6.36
IHSG
6662.67
-0.95%
-63.70
LQ45
948.48
-1.18%
-11.28
HSI
24709.09
-1.03%
-256.46
N225
27446.70
-0.28%
-75.56
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Tourindo Guide Indonesia Jadi Emiten Pertama Melantai di 2020

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Rabu, 08 Januari 2020 14:00 WIB
Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) resmi melantai dan menjadi emiten pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tourindo Guide Indonesia Jadi Emiten Pertama Melantai di 2020. (Foto: Ist)
Tourindo Guide Indonesia Jadi Emiten Pertama Melantai di 2020. (Foto: Ist)

IDXChannel – PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) resmi melantai dan menjadi emiten pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana (IPO) pada Rabu (8/1/2020).

Melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 150 juta saham baru kepada publik. Itu sebesar 48,98% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Nilai saham yang ditawarkan sebesar Rp80 per saham. Dengan demikian, lewat aksi korporasi tersebut perusahaan bakal meraup dana segar sebesar Rp12 miliar.

Sementara itu, Surya Fajar Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, PGJO menjadi emiten pertama di papan akselerasi yang merupakan startup rintisan dari anggota IDX Incubator.

Tourindo Guide Indonesia merupakan startup yang bergerak di bidang digital tourism marketplace yang pertama melantai dan menjadi anggota papan akselerasi pertama pada 2020. Perusahaan ini memiliki platform aplikasi bernama Pigijo.

Dikatakan CEO Tourindo Guide Indonesia Claudia Ingkiriwang, melalui IPO diharapkan perusahaan sebagai startup asli Indonesia dapat dimiliki bersama oleh masyarakat luas.

"Dengan model bisnis yang prudent, tetapi tetap dinamis dalam melihat perubahan teknologi dan kebutuhan pasar, khususnya di industri pariwisata Indonesia, dapat membangun semangat PGJO untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat kepada seluruh pemegang saham," ujarnya Rabu (8/1/2020).

Selain itu juga diharapkan PGJO dapat menjadi inspirasi startup lain untuk melantai di bursa, khususnya setelah OJK dan BEI telah memberikan kemudahan dengan papan akselerasi untuk UMKM dan startup. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD