Dengan demikian, transaksi utama dilakukan dengan diskon sekitar 38 persen dibandingkan harga Rp1.560 per saham.
Selisih harga yang signifikan tersebut memunculkan spekulasi bahwa transaksi itu merupakan perpindahan kepemilikan dalam jumlah besar antara investor strategis atau pemegang saham tertentu.
Secara total, transaksi di pasar negosiasi tercatat sebanyak 14 kali dengan volume mencapai 9,14 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp8,80 triliun. Volume tersebut setara dengan sekitar 10,6 persen dari total saham beredar perseroan.
Hingga saat ini belum terdapat penjelasan resmi mengenai identitas pembeli dan penjual maupun tujuan transaksi tersebut.
Pelaku pasar kini menantikan keterbukaan informasi dari perseroan atau pihak terkait untuk mengetahui apakah transaksi jumbo tersebut terkait perubahan kepemilikan, restrukturisasi investasi, atau aksi korporasi lainnya.