Trump Digugat 3.500 Perusahaan, Imbas Kebijakan Tarif Impor Produk China

Market News
Fahmi Abidin
Senin, 28 September 2020 16:45 WIB
Imbas dari pengenaan tarif tambahan terhadap barang-barang impor asal China senila USD300 miliar, 3.500 perusahaan asal Amerika Serikat menggugat Donald Trump.
Trump Digugat 3.500 Perusahaan, Imbas Kebijakan Tarif Impor Produk China. (Foto: Ist)

IDXChannel - Imbas dari pengenaan tarif tambahan terhadap barang-barang impor asal China senila USD300 miliar atau setara Rp4.481 triliun, 3.500 perusahaan asal Amerika Serikat menggugat Presiden Donald Trump.

Dilansir iNews, ribuan perusahaan yang melakukan gugatan tersebut diantaranya adalah Tesla, Ford Motor, Target, Walgreen hingga Home Depot. Seluruhnya menilai ketentuan tarif tersebut telah menyebabkan kerugian ekonomi terhadap perusahaan mereka.

Sejatinya kebijakan yang dibuat Trump tersebut sudah berlaku sejak 2018 dan 2019 imbas dari perang dagang AS-China yang tidak berkesudahan dan menimbulkan domino effect ekonomi dunia. Dilansir Reuters, gugatan tersebut diajukan melalui Pengadilan Perdagangan Internasional AS, dengan menyebut nama Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer dan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP).

Diterangkan dalam tuntutan hukum tersebut merupakan dari berbagai perusahaan besar atas dasar pemerintahan Trump memberlakukan tarif dengan tidak mematuhi prosedur administratif internasional.

“Kami menentang perang perdagangan tak terbatas dari pemerintah yang berdampak pada miliaran dolar barang dari China. Pemerintah tidak dapat menaikkan tarif hanya karena alasan praktik kekayaan intelektual yang tidak adil. Gugatan itu terkait tarif dalam dua kelompok terpisah yang disebut Daftar 3 dan Daftar 4A,” juru bicara perusahaan suku cadang mobil, Dana Corp, seperti dikutip iNews, Senin (28/9/2020).

Tercatat tarif pada kelompok barang daftar 3 telah mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap USD200 miliar produk impor dari China. Sedangkan Daftar 4A mencangkup tarif 7,5 persen untuk untuk impor senilai USD120 miliar. Kebijakan tersebut, kata Pemerintahan Trump, menuding China mencuri kekayaan intelektual dan memaksa perusahaan AS mentransfer teknologi untuk akses ke pasar China.

Sebelumnya, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah menetapkan AS terbukti melanggar aturan perdagangan global atas pemberlakuan tarif tersebut. Majelis di WTO mengatakan, bea masuk yang diterapkan AS melanggar aturan perdagangan internasional karena hanya berlaku untuk China, dan besarannya melampaui tarif maksimum.

Perusahaan lainnya yang mengajukan gugatan itu termasuk produsen truk berat Volvo Group North America, pengecer suku cadang mobil Pep Boys, perusahaan pakaian Ralph Lauren dan retail Sysco. Juga ada produsen gitar Gibson Brands, unit Lenovo di AS, unit Itochu di AS, Dole Packaged Foods dan produsen peralatan golf Callaway Golf. (*)

Baca Juga