sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Turnaround Indika Energy (INDY), Transformasi Bisnis Jadi Penopang Prospek

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
24/07/2026 10:21 WIB
PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan kinerja yang lebih solid pada kuartal I-2026, didorong perbaikan profitabilitas.
Turnaround Indika Energy (INDY), Transformasi Bisnis Jadi Penopang Prospek. (Foto: Indika)
Turnaround Indika Energy (INDY), Transformasi Bisnis Jadi Penopang Prospek. (Foto: Indika)

IDXChannel - PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan kinerja yang lebih solid pada kuartal I-2026, didorong perbaikan profitabilitas di tengah transformasi bisnis yang semakin mengarah ke sektor non-batubara.

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas yang diterbitkan pada Kamis (23/7/2026), INDY mencatat laba bersih sebesar Rp118,3 miliar pada kuartal I-2026.

Angka tersebut meningkat 27,1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan melonjak atau turnaround signifikan 145,9 persen secara tahunan dari Rp48,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pendapatan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp8,31 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 2,3 persen secara tahunan, meski turun 17 persen dibandingkan kuartal IV-2025.

Perbaikan kinerja lebih terlihat pada tingkat profitabilitas.

Laba kotor meningkat 18 persen secara tahunan menjadi Rp1,25 triliun, dengan margin laba kotor naik menjadi 15 persen.

Sementara itu, EBITDA mencapai Rp636 miliar, naik 40,7 persen secara tahunan dan 10,5 persen secara kuartalan, sehingga margin EBITDA membaik menjadi 7,7 persen.

BRI Danareksa menilai perbaikan tersebut mencerminkan proses pemulihan operasional yang mulai berjalan, seiring strategi diversifikasi bisnis yang terus dikembangkan perseroan.

Di luar kinerja keuangan, fokus utama INDY saat ini adalah mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batu bara.

Perseroan menargetkan sekitar 50 persen pendapatan berasal dari bisnis non-batubara pada 2028 sebagai bagian dari transformasi menjadi perusahaan energi yang lebih terdiversifikasi.

Salah satu proyek utama yang menjadi penopang strategi tersebut adalah tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Hingga Oktober 2025, progres konstruksi proyek telah mencapai sekitar 43 persen. Perseroan menargetkan uji coba produksi dimulai pada akhir 2026, sebelum memasuki produksi komersial pada kuartal I-2027.

Total investasi untuk proyek Awak Mas diperkirakan mencapai sekitar USD429 juta, dengan pekerjaan konstruksi utama ditangani oleh Macmahon melalui kontrak senilai AUD463 juta.

Pada 2026, INDY juga mengalokasikan belanja modal sekitar Rp445 miliar untuk pengembangan bisnis non-batubara.

Dana tersebut antara lain digunakan untuk investasi sekitar USD20,4 juta pada proyek Awak Mas serta USD5,8 juta untuk berbagai inisiatif energi hijau.

Perseroan juga tetap melanjutkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Dari sisi valuasi, saham INDY diperdagangkan pada price to book value (PBV) sekitar 0,81 kali, yang berarti masih berada di bawah nilai bukunya.

Sementara itu, price to earnings ratio (PE) berada di kisaran 34 kali, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap potensi pertumbuhan laba di masa depan yang masih dalam tahap transisi.

BRI Danareksa melihat kisaran target harga konsensus saham INDY berada pada Rp3.300 hingga Rp3.750 per unit.

Menurut BRI Danareksa, cerita investasi (story) INDY kini tidak lagi semata-mata bertumpu pada bisnis batu bara, melainkan pada keberhasilan transformasi menuju perusahaan energi yang lebih beragam.

Proyek emas Awak Mas dipandang sebagai pilar pertumbuhan baru, terutama di tengah harga emas global yang masih berada pada level tinggi, yakni di kisaran USD4.000 per troy ons.

Meski valuasi PBV di bawah satu kali dinilai memberikan bantalan dari sisi valuasi, tingginya rasio PE menunjukkan pasar telah mulai memberikan premi atas prospek transformasi tersebut.

Dengan demikian, dimulainya produksi komersial Awak Mas pada kuartal I-2027 diperkirakan menjadi katalis utama yang berpotensi mendorong re-rating terhadap saham INDY. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement