AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Turun 7,8%, MBAP Bukukan Laba USD44,71 Juta

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Senin, 03 Desember 2018 18:30 WIB
PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mencatatkan laba bersih sebesar USD44,71 juta atau turun 7,8% dibanding periode yang sama tahun 2017
Turun 7,8%, MBAP Bukukan Laba USD44,71 Juta . (Foto: Ist)

IDXChannel – Pada kuartal tiga 2018, PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mencatatkan laba bersih sebesar USD44,71 juta atau turun 7,8% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang tercatat rugi bersih sebesar USD48,5 juta.

Penjualan emiten batubara ini tercatat sebesar USD187,9 juta atau naik 7,71% dibandingkan akhir September 2017 sebesar USD203,6 juta. Sedangkan beban pokok penjualan mengalami kenaikan 4,28% dari USD107,3 juta menjadi USD112,1 juta.

Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar USD35,82 juta atau turun 6,77% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar USD38,4 juta. Sedangkan ekuitas perseroan tercatat sebesar USD138,35 juta atau naik 13,08% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar USD122,3 juta.

Adapun aset perseroan tercatat sebesarUS$174,1 juta atau naik 8,33% dibandingakhirtahun 2017 yang tercatat sebesarUSD160,7 juta. Sebagai informasi, saat ini MBAP tengah fokus untuk melakukan research coal mining.

Selain itu, MBAP juga tengah mengembangkan bisnis di luar batubara. Perseroan memiki dua anak usaha di bidang energi yakni PT Cipta Tenaga Surya dan PT Mitra Malinau Energi. Saat ini MBAP tengah mendiskusikan dengan PLN Kalimantan Timur guna mengajukan proposal mengenai rencana pembangunan pembangkit istrik tenaga surya.

Perseroan tercatat menganggarkan belanja modal atau capex sebesar USD4,82 juta yang akan dialokasikan untuk pembelian alat baru serta menjaga infrastruktur. Disebutkan pula bahwa capex di 2018 tidak sebesar tahun lalu yang mencapai USD6,15 juta, hal itu karena alat berat sudah terbeli di 2017. Kemudian dalam pengembangan ekspansi bisnis, perseroan siap masuk dalam bisnis pembangkit listrik tenaga surya di 2019. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD