Dalam ekosistem ini, restoran Ayam Panggang Mami Nungky diposisikan sebagai salah satu pilar hilir (outlet) yang seluruh pasokan bahan baku utamanya, mulai dari ayam olahan, bumbu, hingga produk pangan beku (frozen food), disuplai langsung oleh lini bisnis supply chain horeca milik BAIK.
"Sinergi secara terpusat ini diharapkan mampu menekan biaya operasional secara signifikan, menjaga konsistensi kualitas produk di setiap gerai, sekaligus mengamankan pendapatan berulang (recurring revenue) bagi Perseroan," ujar Nanang.
Melalui strategi tersebut, Nanang menjelaskan, pihaknya sangat optimistis bahwa perluasan portofolio bersama para selebriti terkemuka ini akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan volume distribusi bahan baku UMKM secara nasional.
Sebagai bentuk keseriusan ekspansi, perusahaan menargetkan pembukaan hingga belasan cabang baru Mami Nungky sepanjang 2026 ini, yang siap menyasar kota-kota strategis, seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, hingga Batam.
Dengan dukungan infrastruktur logistik BAIK yang telah mengelola 64 jaringan outlet di seluruh Indonesia, pengelolaan pasokan ke cabang-cabang baru tersebut dipastikan dapat dilakukan secara tepat waktu (on-time delivery) dan efisien, sehingga mampu memacu pertumbuhan pendapatan tahunan (TTM) yang saat ini berada di kisaran Rp222 miIiar.
Di lantai bursa, per Mei 2026, saham BAIK diperdagangkan di kisaran level Rp615 per saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai rentang Rp600 miliar hingga Rp700 miliar.