Dia mengatakan, secara historis harga saham BBCA sudah relatif murah dan berpeluang untuk rebound.
“Potensi penurunan saham ini sudah lebih kecil dibandingkan potensi kenaikannya, karena valuasi yang sudah relatif diskon sedangkan fundamental perusahaan masih solid,” ujar Jonathan.
Dia melihat pelaku pasar saat ini sedang menantikan laporan keuangan full year 2025. Bila hasilnya sesuai ekspektasi, maka akan menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga saham.
“Hingga November 2025, BBCA menjadi satu-satunya bank KBMI 4 yang mencatatkan kenaikan laba bersih,” kata dia.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan bank only, BCA membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp52,66 triliun hingga November 2025, tumbuh 4,35 persen secara tahunan (year on year/YoY).