Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih BCA tercatat sebesar Rp50,47 triliun.
Kenaikan laba bank swasta tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang meningkat 4,10 persen YoY menjadi Rp73,03 triliun per November 2025.
Jonathan mengatakan sentimen positif berikutnya adalah pertumbuhan kinerja BBCA pada 2026 yang diprediksi lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Faktor-faktor seperti menjaga pangsa pasar dana murah atau CASA, kontribusi pendapatan berbasis fee, serta efisiensi biaya operasional menjadi elemen penting yang akan mempengaruhi kinerja keuangan perseroan.
“BBCA melakukan konsolidasi dengan menjaga pertumbuhan kredit secara prudent pada 2025 serta memperbesar pencadangan untuk antisipasi risiko. Tahun 2026 bila produk domestik bruto meningkat, maka BBCA akan tumbuh lebih tinggi lagi,” tutur dia.