Terakhir, kata Jonathan, sentimen dividen tetap menjadi bagian dari pertimbangan investor, selain kinerja operasional.
Selama ini, BBCA dikenal memiliki histori pembayaran dividen yang relatif stabil dan menarik. Dalam tiga tahun terakhir dividen payout ratio minimal di 65 persen.
“Ekspektasi pasar terhadap pembagian dividen di 2026 menjadi salah satu faktor yang diperhatikan oleh pemegang saham jangka panjang,” imbuh dia.
Konsensus analis yang dihimpun Bloomberg menunjukkan mayoritas memberikan rekomendasi buy terhadap saham BBCA, dengan porsi mencapai 92 persen, sementara 8 persen lainnya merekomendasikan hold. Hingga saat ini, tidak terdapat analis yang memberikan rekomendasi sell.
Sementara itu, rata-rata target harga saham BBCA untuk 12 bulan ke depan berada di level Rp10.800 per unit, mencerminkan potensi kenaikan (upside) sekitar 41 persen dari posisi harga saat ini. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.