Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar dan emiten konglomerasi kembali menekan pergerakan indeks pada awal perdagangan.
Di pasar valuta asing, rupiah yang masih berada di atas Rp18.110 per USD turut menjadi risiko bagi pasar domestik, terutama di tengah ketidakpastian arus modal asing.
Meski demikian, investor asing mulai mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp257 miliar di pasar reguler pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Angka tersebut menjadi pembelian bersih pertama setelah periode tekanan jual sebelumnya.
Dari sisi eksternal, BRI Danareksa Sekuritas menyoroti keputusan Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75-4,00 persen, sesuai ekspektasi pasar.
Keputusan tersebut diambil setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.