IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada Senin (23/2/2026) dipicu ketidakpastian tarif yang kembali muncul. Investor kini dalam mode wait and see setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bea masuk baru sebesar 15 persen, menyusul putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif-tarif sebelumnya.
Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 89,4 poin atau 0,18 persen menjadi 49.536,54 saat pembukaan. Indeks S&P 500 (.SPX) turun 8,3 poin atau 0,12 persen menjadi 6.901,25, sementara Nasdaq Composite (.IXIC) merosot 45,1 poin atau 0,20 persen menjadi 22.840,972.
Mahkamah Agung AS pada Jumat pekan lalu membatalkan tarif darurat Trump, yang kemudian mendorongnya mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen untuk seluruh dunia, sebelum kemudian menaikkannya menjadi 15 persen pada Sabtu.
"Lanskap tarif kini lebih tidak pasti dari sebelumnya, dan ketidakpastian bukanlah kabar baik bagi ekonomi maupun pasar mana pun,” kata Senior FX strategist di NAB, Rodrigo Catril.
Belum jelas kapan tarif baru tersebut akan diberlakukan, apa saja yang mungkin dikecualikan, dan apakah setiap negara akan dikenakan tarif 15 persen.
Beberapa negara, termasuk Inggris dan Australia, sebelumnya dikenakan tarif 10 persen, sementara banyak negara di Asia menghadapi tarif yang lebih tinggi.