sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Menguat, Dow Capai Rekor Tertinggi

Market news editor Nia Deviyana
22/05/2026 22:24 WIB
Investor mengamati kemajuan perkembangan negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah yang telah berlangsung hampir tiga bulan.
Wall Street Dibuka Menguat, Dow Capai Rekor Tertinggi. Foto: AP.
Wall Street Dibuka Menguat, Dow Capai Rekor Tertinggi. Foto: AP.

IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada Jumat (22/5/2026) dengan Dow mencapai rekor tertinggi intraday. Investor mengamati kemajuan perkembangan negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah yang telah berlangsung hampir tiga bulan.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 149,0 poin atau 0,30 persen menjadi 50.434,65 saat pembukaan. S&P 500 naik 23,1 poin atau 0,31 persen menjadi 7.468,82, sementara Nasdaq Composite naik 88,5 poin atau 0,34 persen menjadi 26.381,564 pada bel pembukaan.

Menteri Luar Negeri Iran bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan untuk membahas proposal mengakhiri konflik, menurut laporan media. Teheran dan Washington masih berselisih mengenai cadangan uranium Iran dan kendali atas Selat Hormuz.

Harga minyak lebih stabil pada Jumat setelah fluktuasi tajam sebelumnya dalam sepekan.

Harga minyak Brent naik 0,5 persen menjadi USD103,05 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS naik 0,4 persen menjadi USD96,68 per barel setelah sempat turun tipis sebelumnya.

Kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap tinggi akibat perang telah mendorong imbal hasil obligasi naik secara global. Hal ini berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia dan menekan harga saham serta berbagai aset lainnya.

Kondisi ini juga telah membuat rata-rata suku bunga hipotek jangka panjang di AS mencapai level tertinggi sejak musim panas lalu, dan bisa membatasi kemampuan perusahaan untuk meminjam dana guna membangun pusat data AI yang selama ini mendukung pertumbuhan ekonomi AS.

Imbal hasil obligasi sedikit turun pada Jumat, sehingga mengurangi tekanan terhadap pasar saham.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 4,54 persen dari 4,57 persen pada Kamis, meskipun masih jauh di atas level 3,97 persen sebelum perang dimulai.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement