Kenaikan yield Treasury memberikan tekanan langsung terhadap valuasi saham. Model valuasi institusi menggunakan yield Treasury sebagai acuan untuk mendiskontokan arus kas perusahaan di masa depan. Ketika yield meningkat, tingkat diskonto ikut naik sehingga nilai sekarang dari proyeksi laba perusahaan menurun.
Sektor dengan durasi tinggi, khususnya teknologi, perangkat lunak, dan semikonduktor, menjadi kelompok yang paling rentan mengalami penyesuaian valuasi.
Di sisi lain, kenaikan yield obligasi pemerintah membuat aset berpendapatan tetap semakin menarik bagi investor institusi. Dengan imbal hasil surat utang pemerintah yang berada di level tinggi, premi risiko atau tambahan imbal hasil yang diharapkan investor dari saham dibandingkan aset bebas risiko menjadi semakin kecil.
Kondisi tersebut berpotensi mendorong investor institusi mengurangi eksposur terhadap saham. Kenaikan yield jangka panjang juga meningkatkan biaya belanja modal serta biaya pembiayaan kembali utang perusahaan. Kondisi ini berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan memasuki kuartal IV-2026.
Sentimen pasar turut tertekan setelah AS kembali melancarkan serangan militer terhadap target yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di kawasan Teluk Persia.