sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Mixed, Yield Treasury dan Konflik Iran Bayangi Pasar

Market news editor Desi Angriani
02/09/2026 21:38 WIB
Pasar masih dibayangi tekanan dari kenaikan yield obligasi pemerintah dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Wall Street Dibuka Mixed, Yield Treasury dan Konflik Iran Bayangi Pasar (Foto: dok AP)
Wall Street Dibuka Mixed, Yield Treasury dan Konflik Iran Bayangi Pasar (Foto: dok AP)

Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan akan melakukan serangan yang lebih keras serta mengancam menargetkan fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg jika Teheran kembali melakukan serangan balasan.

Ancaman tersebut membuat harga minyak mentah bertahan di atas USD90 per barel. Lonjakan harga energi kembali memicu kekhawatiran inflasi yang didorong oleh kenaikan biaya produksi atau cost-push inflation dan berpotensi diteruskan kepada konsumen.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi bank sentral dalam menentukan arah kebijakan moneter. Kekhawatiran terhadap inflasi akibat kenaikan harga energi serta pernyataan hawkish dari pejabat bank sentral membuat pasar semakin agresif memperkirakan pengetatan kebijakan moneter.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada rapat 16 September 2026 mencapai 67,9 persen. Angka tersebut melonjak dari 34,7 persen sepekan sebelumnya.

Perubahan ekspektasi tersebut terjadi setelah Ketua The Fed Kevin Warsh memperingatkan dalam forum Jackson Hole bahwa bank sentral masih memiliki pekerjaan untuk memastikan tekanan harga tetap terkendali.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement