"Anda (investor) harus sangat berhati-hati dalam menanggapi apa yang dikatakan (Trump), karena sudah banyak permulaan yang salah," kata Manajer Portofolio Senior di Dakota Wealth, Robert Pavlik.
"Ketika (pasar) turun ke level koreksi, dia keluar dan mengatakan hal-hal ini dan tiba-tiba, itu meledak dan Anda kembali ke titik awal atau bahkan lebih buruk," ujarnya.
Harga minyak turun hingga 3 persen, menarik indeks energi S&P 500 terjun 3,4 persen ke level terendah dalam lebih dari seminggu.
Dari sisi data, laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan penggajian sektor swasta meningkat stabil pada Maret, sementara laporan Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan ritel pada Februari naik 0,6 persen, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0,5 persen. PMI Manufaktur ISM Maret 2026 tercatat di angka 52,3, sesuai dengan perkiraan.
Angka penggajian non-pertanian untuk Maret akan menjadi fokus investor pada Jumat, meskipun bura saham AS akan tutup karena libur Jumat Agung.
Para pelaku pasar uang telah memperkirakan tidak akan ada pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve AS tahun ini setelah pecahnya perang memicu kekhawatiran inflasi yang didorong oleh sektor energi. Sebelumnya mereka memperkirakan dua kali pengurangan kebijakan moneter.
(Dhera Arizona)