sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Variatif, Saham AI Rebound Angkat Nasdaq

Market news editor Rahmat Fiansyah
19/10/2026 21:30 WIB
Saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (19/10/2026).
Saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (19/10/2026). (Foto: Freepik)
Saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (19/10/2026). (Foto: Freepik)

Ekspektasi terhadap kinerja perusahaan AS cukup tinggi. FactSet memperkirakan laba perusahaan dalam indeks S&P 500 tumbuh 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk mempertahankan tren kenaikan pasar saham, emiten perlu memenuhi ekspektasi tersebut sekaligus memberikan sinyal pertumbuhan berkelanjutan di tengah risiko geopolitik, inflasi tinggi, dan kenaikan imbal hasil obligasi.

Di luar sektor teknologi, saham Cleveland-Cliffs melonjak 12,5 persen setelah perusahaan baja tersebut membukukan laba kuartalan yang melampaui perkiraan analis. CEO Cleveland-Cliffs Lourenco Goncalves menyebut periode tersebut sebagai kuartal terkuat perusahaan dalam tiga tahun terakhir. Dia mengatakan harga jual rata-rata, volume penjualan, dan biaya per unit semuanya bergerak ke arah yang lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya, ujarnya.

Di pasar global, indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,8 persen setelah anjlok 14,5 persen pada pekan sebelumnya. Sebaliknya, indeks DAX Jerman turun 1,4 persen dan FTSE 100 Inggris melemah 1,3 persen di tengah kekhawatiran fiskal.

Di pasar obligasi AS, imbal hasil surat utang pemerintah tenor 10 tahun naik menjadi 5,10 persen dari 5,09 persen pada akhir perdagangan Jumat. Imbal hasil tersebut sempat melampaui 5,30 persen pada awal bulan ini, mencapai level tertinggi sejak 2002.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement