AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26855.30
0.67%
+177.50
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Wall Street Ditutup Bervariasi, S&P Mendekati Pasar Bearish

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Jum'at, 13 Mei 2022 06:40 WIB
Wall Street mengakhiri sesi whipsaw sedikit lebih rendah pada perdagangan Kamis (12/5/2022) waktu setempat. 
Wall Street Ditutup Bervariasi, S&P Mendekati Pasar Bearish (Dok.MNC)
Wall Street Ditutup Bervariasi, S&P Mendekati Pasar Bearish (Dok.MNC)

IDXChannel - Bursa Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mengakhiri sesi whipsaw sedikit lebih rendah pada perdagangan Kamis (12/5/2022) waktu setempat. 

Hal itu karena investor khawatir tanda-tanda puncak inflasi tetap tinggi, dan adanya pengetatan yang lebih agresif dari Federal Reserve.

Mengutip Reuters, ketiga indeks saham utama AS terombang-ambing S&P 500 datang dalam jarak yang sangat dekat untuk mengonfirmasi memasuki pasar bearish setelah jatuh dari level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 3 Januari.

Dow Jones Industrial Average turun 103,81 poin, atau 0,33%, menjadi 31.730,3, S&P 500 kehilangan 5,1 poin, atau 0,13%, menjadi 3.930,08 dan Nasdaq Composite naik 6,73 poin, atau 0,06%, menjadi 11.370,96.

Ketika keadaan mereda, S&P dan Dow berakhir sedikit merah, tetapi Nasdaq sedikit naik. Indeks telah berputar liar di sesi terakhir, sering membalikkan reli awal atau aksi jual pada bel penutupan.

Menurut Ryan Detrick, kepala strategi pasar di LPL Financial di Charlotte, Karolina utara, penurunan 2% ini sangat jarang, dan menunjukkan jiwa investor yang sangat rapuh untuk jumlah volatilitas yang terjadi dalam jangka waktu yang singkat.

"Kekhawatiran yang berkelanjutan atas inflasi, yang tampaknya telah mencapai puncaknya namun tetap tinggi, terus menjadi perhatian investor, mendorong S&P ke ambang pasar bearish," imbuhnya.

Nama-nama megacap terkemuka pasar, yang berkembang selama lingkungan pandemi dengan minat rendah, adalah hambatan terbesar, dengan Apple Inc dan Microsoft Corp terberat.

Data ekonomi baru-baru ini, yang terbaru adalah laporan Harga Produsen yang dirilis sebelum bel pembukaan, menunjukkan bahwa pertumbuhan harga mencapai puncaknya di bulan Maret.

Meski begitu, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga utama setidaknya 50 basis poin setidaknya tiga kali dalam beberapa bulan mendatang, dalam upaya untuk mengabaikan permintaan dan mengendalikan harga yang melonjak.

Senat AS pada hari Jumat mengkonfirmasi Jerome Powell untuk masa jabatan kedua sebagai Ketua Fed.

Langkah itu "secara luas diharapkan dan membuka pintu bagi The Fed untuk terus memerangi inflasi tertinggi 40 tahun, dengan lebih banyak kenaikan suku bunga kemungkinan akan datang tahun ini," tambah Detrick.

Ketegangan geopolitik seputar perang Rusia di Ukraina dipicu oleh pengumuman Finlandia bahwa mereka akan mengajukan keanggotaan NATO, dengan Swedia diharapkan untuk mengikutinya. Kremlin bersumpah untuk membalas.

Konflik, yang dijuluki oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai "operasi militer khusus", telah mengobarkan api inflasi dengan menekan pasokan energi dan biji-bijian global.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 mengakhiri hari di wilayah positif, dengan layanan kesehatan menikmati persentase kenaikan terbesar. Utilitas dan saham teknologi mengalami kerugian terbesar.

Menurut Refinitiv, musim pendapatan mendekati rentang terakhir, dan menurut data terbaru, 79% dari perusahaan S&P 500 yang telah memposting hasil memberikan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Analis sekarang melihat agregat pertumbuhan pendapatan S&P 500 kuartal pertama sebesar 11%, naik dari 6,4% pada akhir kuartal.

Saham perusahaan aksesoris mewah Tapestry Inc melonjak 15,5% setelah menyatakan kepercayaan pada rebound permintaan China setelah pembatasan COVID dicabut.

Beyond Meat Incturun 4,2% setelah produsen makanan nabati melaporkan kerugian kuartalan yang membengkak. Baca selengkapnya

Twitter Inc turun 2,2%. Chief executive officer-nya mengumumkan pembekuan perekrutan dan kepergian dua pemimpinnya sehubungan dengan upaya pengambilalihan oleh Elon Musk. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD