Minat investor terhadap saham-saham chip juga tidak berkurang meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif 25 persen untuk impor beberapa chip komputasi canggih pada Rabu (14/1/2026), meskipun bea masuk tersebut kemungkinan tidak akan memengaruhi produsen utama, mengingat fasilitas mereka berada di Amerika Serikat.
Gejolak Geopolitik Jadi Sorotan
Risiko geopolitik terus menarik perhatian investor, dengan Trump menyatakan optimisme tentang tercapainya kesepakatan mengenai Greenland, setelah pertemuan tingkat tinggi antara pejabat AS dan menteri luar negeri Denmark dan Greenland.
"Saya pikir sesuatu akan berhasil," kata Trump mengenai Greenland, bahkan ketika menteri luar negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyatakan ada "ketidaksepakatan mendasar" dengan AS setelah pembicaraan di Gedung Putih.
Komentar tersebut muncul setelah menteri luar negeri Denmark dan Greenland bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance di Gedung Putih.
Selain itu, ketegangan seputar Iran telah mereda, Trump mengatakan bahwa ia telah diberitahu bahwa pembunuhan dalam penindakan Iran terhadap protes telah mereda dan bahwa ia percaya tidak ada rencana saat ini untuk eksekusi skala besar.