IDXChannel - Indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026) dengan Nasdaq memimpin kenaikan. Pulihnya saham-saham semikonduktor mengalihkan perhatian investor dari perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah dan perang tarif.
Pelaku pasar kini bersiap menyambut laporan keuangan emiten-emiten teknologi besar.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 385,38 poin atau 0,74 persen menjadi 52.224,64. S&P 500 menguat 65,92 poin atau 0,89 persen menjadi 7.509,20, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 329,13 poin atau 1,29 persen menjadi 25.837,21.
Pemulihan saham semikonduktor yang sebelumnya sempat tertekan memberikan dorongan besar bagi indeks-indeks utama AS. Indeks Philadelphia SE Semiconductor (SOX) melonjak 5,2 persen, mencatat kenaikan dua hari berturut-turut setelah pada Jumat pekan lalu ditutup 20 persen di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada akhir Juni.
“Investor kembali memborong saham semikonduktor menjelang musim laporan keuangan karena terdorong oleh fear of missing out (FOMO). Mereka khawatir perusahaan-perusahaan tersebut akan membukukan laba yang jauh melampaui ekspektasi serta menaikkan proyeksi kinerja, sementara kepemilikan mereka atas saham-saham tersebut sudah berkurang setelah aksi koreksi terakhir,” ujar Chief Investment Strategist 248 Ventures, Lindsey Bell, dilansir Reuters.
Namun, Bell mengingatkan bahwa ketika saham sudah naik tajam sebelum laporan keuangan dirilis, ruang kenaikan setelah hasil kinerja diumumkan menjadi lebih terbatas.
Indeks saham chip sempat melemah pekan lalu setelah investor mengkhawatirkan tingginya valuasi serta besarnya belanja perusahaan untuk kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, setelah penurunan tersebut, indeks itu masih mencatat kenaikan hampir 75 persen sepanjang tahun berjalan (year-to-date).
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, sembilan sektor ditutup menguat. Sektor teknologi informasi memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,35 persen. Sebaliknya, sektor kebutuhan pokok konsumen menjadi yang terburuk dengan penurunan 1 persen, disusul sektor layanan komunikasi yang melemah 0,85 persen.
Penguatan terbesar di S&P 500 dipimpin Sandisk yang melonjak 14,3 persen, Western Digital yang naik 12,5 persen, serta Micron Technology yang menguat 12,2 persen.
Investor saham mulai mengabaikan keputusan Presiden Donald Trump yang pada Senin mengumumkan tarif impor sebesar 50 persen terhadap berbagai produk asal Kanada.
Mereka juga tidak terlalu memusatkan perhatian pada ketegangan geopolitik, meskipun harga minyak ditutup naik 2 persen setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lima pekan. Kenaikan itu terjadi setelah dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Saudi menuju Asia berbalik arah di Laut Merah menyusul ancaman kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman untuk memblokade jalur pelayaran komersial. Trump menegaskan Amerika Serikat akan merespons jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan.
“Investor memandang perang ini hanya bersifat sementara karena kita mengetahui dua hal, yaitu harga minyak di level USD100 merupakan titik sensitif bagi Trump, dan kita juga tahu bahwa pemilu paruh waktu (midterm elections) semakin dekat,” kata Bell.
Sementara itu, perhatian investor pada pekan ini akan tertuju pada laporan keuangan Alphabet, Intel, dan Texas Instruments.
(NIA DEVIYANA)