Investor saham mulai mengabaikan keputusan Presiden Donald Trump yang pada Senin mengumumkan tarif impor sebesar 50 persen terhadap berbagai produk asal Kanada.
Mereka juga tidak terlalu memusatkan perhatian pada ketegangan geopolitik, meskipun harga minyak ditutup naik 2 persen setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lima pekan. Kenaikan itu terjadi setelah dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Saudi menuju Asia berbalik arah di Laut Merah menyusul ancaman kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman untuk memblokade jalur pelayaran komersial. Trump menegaskan Amerika Serikat akan merespons jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan.
“Investor memandang perang ini hanya bersifat sementara karena kita mengetahui dua hal, yaitu harga minyak di level USD100 merupakan titik sensitif bagi Trump, dan kita juga tahu bahwa pemilu paruh waktu (midterm elections) semakin dekat,” kata Bell.
Sementara itu, perhatian investor pada pekan ini akan tertuju pada laporan keuangan Alphabet, Intel, dan Texas Instruments.
(NIA DEVIYANA)