Meski demikian, sebagian pelaku pasar mulai memperingatkan potensi koreksi. Investor Michael Burry menilai reli saham teknologi berpotensi segera berakhir setelah kenaikan tajam sepanjang tahun ini.
Di sisi lain, musim laporan keuangan kuartal I-2026 masih memberikan sentimen positif. Sebanyak 83 persen dari 440 emiten anggota S&P 500 yang telah merilis kinerja berhasil melampaui ekspektasi laba pasar. Proyeksi pertumbuhan laba S&P 500 kuartal I juga diperkirakan mencapai 28,6 persen secara tahunan.
Chief Equity Strategist U.S. Bank Wealth Management, Terry Sandven mengatakan, penguatan pasar saat ini masih ditopang pertumbuhan laba perusahaan yang solid.
“Penguatan pasar sebagian besar didorong pertumbuhan laba yang sangat kuat,” katanya.
Fokus investor kini mulai beralih ke perkembangan ekonomi makro dan geopolitik. Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran terkait proposal perdamaian AS sehingga harga minyak mentah melonjak dan memicu kekhawatiran tekanan inflasi akan semakin tinggi, terutama pada harga bahan bakar.