Di sisi lain, saham Oracle anjlok 8,5 persen setelah perusahaan memproyeksikan belanja modal tahun fiskal 2027 di atas ekspektasi analis. Data ekonomi juga menunjukkan harga produsen AS pada Mei naik lebih tinggi dari perkiraan sehingga memicu kekhawatiran inflasi. Sementara itu, klaim tunjangan pengangguran mingguan meningkat tipis.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Di Bursa New York (NYSE), saham yang menguat mengungguli yang turun dengan rasio 2,74 banding 1, sementara di Nasdaq rasionya mencapai 2,75 banding 1. Volume transaksi di seluruh bursa AS mencapai 21,41 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20,7 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.
(Rahmat Fiansyah)