AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Wall Street: Dow Merosot, Investor Kecewa Kinerja Bank AS

MARKET NEWS
Rista Rama Dhany
Sabtu, 15 Januari 2022 07:42 WIB
Wall Street ditutup bervariasi. Dow Jones merosot hingga 200 poin lantaran kekecewaan investor terhadap kinerja perbankan besar Amerika Serikat.
Wall Street: Dow Merosot, Investor Kecewa Kinerja Bank AS (FOTO: Reuters)
Wall Street: Dow Merosot, Investor Kecewa Kinerja Bank AS (FOTO: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup bervariasi. Dow Jones merosot hingga 200 poin lantaran kekecewaan investor terhadap kinerja perbankan besar Amerika Serikat.

Mengutip Reuters, Sabtu (15/1/2022), Dow Jones merosot hingga 201,81 poin atau 0,56 persen berada di level 35.911,81. Sedangkan S&P 500 naik tipis 0,08 persen dan Nasdaq Composite naik 0,59 persen.

Selama sepekan ini, S&P 500 turun 0,3 persen, sementara Dow turun 0,9 persen dan Nasdaq turun 0,3 persen.

Analis memperingatkan inflasi yang melonjak dan ancaman lonjakan kasus covid-19 varian Omicron dan pendapatan perdagangan menjadi tantangan pertumbuhan industri dalam beberapa bulan mendatang.

Saham Citigrup Inc juga ditutup merosot setelah merilis laporan turunnya laba kuartal IV sebesar 26 persen. Sedangkan BlackRock Inc turun 2 persen.

Buchanan, Manajer Portofolio di Globalt, Atlanta memprediksi, penjualan ritel dan pertumbuhan pinjaman bank menimbulkan keraguan terhadap prospek ekonomi di 2022.

“Yang menjadi pertanyaan, apakah stimulus fiskal dan moneter saat ini dapat meningkatkan kinerja ekonomi di saat terjadi lonjakan kasus Omicron saat ini,” ucapnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD