Selain itu, saham Estee Lauder melonjak 11,9 persen usai perusahaan memastikan tidak lagi mempertimbangkan merger dengan Puig, perusahaan parfum dan produk kecantikan asal Spanyol. Sementara Workday naik 5,2 persen dan Zoom Communications menguat 9,2 persen setelah membukukan laba di atas perkiraan pasar.
Kinerja positif sejumlah perusahaan tersebut membuat Wall Street tetap bertahan di dekat level tertinggi meski tekanan ekonomi masih membayangi. Secara jangka panjang, pergerakan saham memang cenderung mengikuti pertumbuhan laba korporasi.
Di sisi lain, survei University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah sepanjang sejarah, bahkan lebih buruk dibandingkan periode inflasi di atas 9 persen pada 2022. Kekhawatiran masyarakat meningkat akibat lonjakan harga minyak yang dipicu perang dengan Iran.
Survei itu juga menunjukkan konsumen memperkirakan inflasi dalam 12 bulan ke depan naik menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 4,7 persen. Untuk jangka panjang, ekspektasi inflasi meningkat menjadi 3,9 persen dari 3,5 persen. Kondisi ini menjadi perhatian ekonom karena dapat memicu siklus inflasi berkepanjangan.
Harga minyak yang terus berfluktuasi turut memperbesar ketidakpastian pasar. Minyak mentah Brent kontrak Agustus ditutup naik 0,7 persen ke level USD100,21 per barel setelah sebelumnya sempat melemah. Pasar masih menanti kepastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz yang terdampak konflik antara AS dan Iran.