Sebagian besar saham berkapitalisasi sangat besar dan saham yang sedang mengalami pertumbuhan, mengalami penurunan. Sebab, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah berpotensi menurunkan nilai kini dari laba teknologi di masa depan serta meningkatkan biaya pinjaman perusahaan.
Nvidia turun 2 persen, dan Meta Platforms melorot 3 persen. Sektor Teknologi Informasi S&P 500 menjadi penekan terbesar dengan penurunan 1,5 persen.
Produsen chip juga mengalami tekanan jual yang kuat, di mana indeks Philadelphia SE Semiconductor turun 3,7 persen ke level terendah dalam satu minggu.
Di tengah volatilitas pasar, investor beralih ke saham sektor kesehatan dan barang kebutuhan pokok konsumen yang secara tradisional dianggap sebagai saham defensif.
Saham teknologi AS mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa bulan terakhir karena investor masih merasa cemas mengenai apakah belanja besar-besaran di sektor AI membuahkan hasil atau tidak.
Risalah rapat Federal Reserve pada Juli, yang dijadwalkan rilis pada Rabu, dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai bagaimana bank sentral menilai kondisi saat ini.
(Dhera Arizona)