"Sentimen investor goyah setelah perusahaan mempertahankan panduan kinerja yang konservatif pada kuartal lalu, dan sedikit kenaikan dalam prospek ke depan mungkin tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan," ujar Analis Utama Emarketer Sky Canaves.
Kekhawatiran mengenai tingginya harga minyak akibat konflik Iran serta meningkatnya utang pemerintah telah menekan pasar obligasi dan saham pekan ini.
Sementara itu, harga minyak naik 2,3 persen, melanjutkan penguatan selama lima sesi berturut-turut akibat terhentinya pembicaraan damai AS-Iran dan gangguan pasokan di Timur Tengah.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau treasury tenor 30 tahun sempat melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua dekade sebelum turun tajam pada Rabu, setelah Kementerian Keuangan AS mengumumkan langkah-langkah dukungan untuk obligasi berdurasi panjang.