sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Mayoritas Ditutup Melemah, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Kompak Turun

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
30/01/2026 06:24 WIB
Indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi melemah 0,7 persen menjadi 23.685,12 poin, setelah turun sekitar 2,5 persen sebelumnya.
Wall Street Mayoritas Ditutup Melemah, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Kompak Turun (FOTO:iNews Media Group)
Wall Street Mayoritas Ditutup Melemah, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Kompak Turun (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Wall Street sebagian besar ditutup lebih rendah pada Kamis (29/1/2026). Indeks acuan S&P 500 turun 0,2 persen menjadi 6.963,76 poin, setelah turun lebih dari 1,5 persen sebelumnya. 

Sedangkan Indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi melemah 0,7 persen menjadi 23.685,12 poin, setelah turun sekitar 2,5 persen sebelumnya. Dow Jones Industrial Average yang berisi saham-saham unggulan berhasil naik tipis 0,1 persen dan ditutup pada 49.071,56 poin.

Dilansir dari laman Investing Jumat (30/1/2026), penurunan tajam saham Microsoft (NASDAQ:MSFT) terjadi setelah pengumuman pendapatan sehingga membebani sentimen dan menyeret saham layanan perangkat lunak turun. Sementara itu, harga emas mendekati USD5.600 per Oz.

Microsoft adalah penyebab utama pelemahan perdagangan pasar, karena saham mereka turun lebih dari 12 persen usai melaporkan pendapatan yang melebihi ekspektasi baik dari laba maupun pendapatan.

"Tapi peningkatan tajam dalam pengeluaran infrastruktur AI tampaknya membuat pasar panik. Saham-saham perangkat lunak paling terpukul oleh aksi jual, dengan kelompok saham yang lebih besar turun hampir 10 persen," kata Andrew Goins, manajer portofolio senior di Orion Advisor Solutions.

Saat ini, pelaku pasar fokusnya pada laporan pendapatan perusahaan-perusahaan besar, seperti Apple (NASDAQ:AAPL) yang dijadwalkan melaporkan kinerjanya setelah penutupan pasar. 

Adapun laporan pendapatan Meta (NASDAQ:META) disambut gembira oleh investor di mana Meta melonjak setelah pemilik Facebook tersebut memperkirakan pendapatan kuartal pertama di atas ekspektasi pasar.

Induk perusahaan Instagram tersebut juga mengatakan anggaran pengeluaran akan melonjak hingga USD135 miliar tahun ini, jauh di atas ekspektasi Wall Street. Angka ini hampir dua kali lipat dari total tahun 2025, sebab pengeluaran terbesarnya digunakan untuk kecerdasan buatan.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement