sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Menguat, Penurunan Harga Minyak Beri Angin Segar usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
17/09/2026 21:40 WIB
Wall Street melonjak pada pembukaan perdagangan Kamis (17/9/2026). Ini terjadi akibat penurunan harga minyak yang mendongkrak sentimen pasar.
Wall Street Menguat, Penurunan Harga Minyak Beri Angin Segar usai The Fed Naikkan Suku Bunga. (Foto Istimewa)
Wall Street Menguat, Penurunan Harga Minyak Beri Angin Segar usai The Fed Naikkan Suku Bunga. (Foto Istimewa)

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun yang menjadi acuan juga mengalami penurunan, sehingga mengurangi tekanan pada pasar saham. Imbal hasil tinggi pada obligasi pemerintah AS yang bebas risiko biasanya mengurangi daya tarik saham.

Sementara itu, harga minyak turun selama dua hari berturut-turut. Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun hampir 3 persen menjadi USD102,90, sedangkan kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,8 persen menjadi USD100,62.

Indeks S&P 500 mencatatkan tiga rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan tiga rekor terendah baru, sementara indeks Nasdaq Composite mencatat 21 rekor tertinggi baru dan 28 rekor terendah baru.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement