Pasukan AS sebelumnya menyerang fasilitas rudal Iran di Pulau Larak. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Yordania.
Eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz dan mengurangi harapan bahwa gangguan pengiriman energi melalui jalur strategis tersebut dapat segera berakhir.
Lonjakan harga energi kembali memunculkan kekhawatiran inflasi akibat kenaikan biaya produksi dan distribusi. Kondisi ini berpotensi menekan margin perusahaan sekaligus mempersempit ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Pada saat yang sama, yield Treasury AS meningkat di berbagai tenor, mengikuti aksi jual obligasi pemerintah global. Yield obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun bahkan mencapai 3 persen, level tertinggi dalam beberapa generasi.
Kenaikan biaya pendanaan tersebut menekan valuasi saham-saham dengan pertumbuhan tinggi, terutama perusahaan teknologi berkapitalisasi besar, semikonduktor, dan perusahaan perangkat lunak. Kondisi ini membuat indeks Nasdaq menjadi yang paling terdampak pada awal perdagangan.