Tekanan terhadap Wall Street juga diperkuat perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) setelah pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole.
Pernyataan Warsh yang menegaskan bahwa bank sentral masih memiliki pekerjaan untuk mengendalikan tekanan harga mendorong pasar memperkirakan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan probabilitas sebesar 64,4 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin dalam pertemuan 16 September 2026. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan sekitar 35 persen sepekan sebelumnya.
Ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi tekanan tambahan bagi pasar saham karena imbal hasil aset berpendapatan tetap yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik saham, khususnya saham teknologi dengan valuasi tinggi.
Tekanan tersebut datang ketika investor memasuki September, yang secara historis dikenal sebagai bulan paling menantang bagi pasar saham AS dari sisi kinerja bulanan.
(DESI ANGRIANI)