sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

XLSMART (EXCL) Absen Bagi Dividen Tahun Buku 2025, Ini Alasannya

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
20/05/2026 14:15 WIB
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) memutuskan tidak membagikan dividen tahun buku 2025.
XLSMART (EXCL) Absen Bagi Dividen Tahun Buku 2025, Ini Alasannya. (Foto Iqbal Dwi/IMG)
XLSMART (EXCL) Absen Bagi Dividen Tahun Buku 2025, Ini Alasannya. (Foto Iqbal Dwi/IMG)

IDXChannel - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) memutuskan tidak membagikan dividen tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Direktur & Chief Financial Officer XLSMART Antony Susilo mengatakan, absennya perseroan dalam pembagian dividen lantaran perusahan masih mencatatkan pembukuan rugi pada tahun buku 2025.

XLSMART mencatatkan kerugian kerugian Rp4,4 triliun pada tahun buku 2025. Kerugian tersebut jauh lebih besar dibandingkan pada sembilan bulan pertama 2025, yaitu sekitar Rp2,6 triliun.

"Kita tahu bahwa di peraturan perundangan itu bahwa kalau perusahaan mengalami kerugian maka perusahaan tersebut tidak boleh memberikan dividen. Nah di tahun 2025, XLSMART itu di bukunya mencatatkan kerugian, makanya tahun 2026 ini kita tidak bisa memberikan dividen," ujarnya dalam konferensi pers RUPST EXCL di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Antony menerangkan, beban kerugian perseroan yang dibukukan pada tahun 2025 tidak lepas dari proses merger yang sebelumnya telah dilakukan. Sebab, ada proses integrasi dan pembukuan biaya depresiasi pasca merger. 

"Biaya depresiasi itu karena ada beberapa network equipment milik XL zaman dulu sudah tidak bisa kita pakai lagi. Jadi investasi belanja modal yang pernah kita lakukan sebelumnya, harus kami percepatan depresiasinya, karena tidak bisa kita pakai," kata dia. 

Antony mengatakan, depresiasi aset tersebut sifatnya non cash yang porsinya cukup besar, bahkan menyentuh sekitar Rp5 trilun. Komponen ini tidak masuk dalam pembukuan di tahun 2025 pasca perseroan melaksanakan merger. 

"Jadi kerugian ini timbul salah satunya adalah karena percepatan depresiasi atas barang-barang equipment yang kami tidak bisa pakai," ujarnya. 

Antony mengatakan, penggunaan laba bersih perseroan akan dialokasikan untuk menambah investasi memperkuat jaringan 5G di berbagai kota di seluruh Indonesia. Sampai saat ini jaringan 5G XLSMART sendiri sudah menjangkau di 43 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Selain itu, XLSMART saat ini masih dalam proses pengintegrasian layanan pasca merger dengan Smartfren tahun lalu. Targetnya, proses ini baru akan rampung pada April 2027 mendatang. Sehingga, para pelanggan yang sebelumnya menggunakan layanan Smartfren bisa sepenuhnya beralih. 

Saat ini, proses integrasi jaringan juga menunjukkan progres signifikan dengan sekitar 70 persen site telah terintegrasi hingga akhir 2025. Integrasi ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas jaringan, memperluas pengalaman layanan digital pelanggan, serta memperkuat daya saing perseroan ke depan.

"Tapi kami berharap bisa kelar lebih cepat, tahun ini bisa lebih cepat. Sehingga dengan begitu kita bisa akan fokus untuk meningkatkan profitabilitas kita," katanya.

Sepanjang 2025, XLSMART mencatat kinerja yang kuat pascamerger. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp42,49 triliun atau tumbuh 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

EBITDA yang dinormalisasi mencapai Rp20,14 triliun atau tumbuh 13 persen, sementara laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp3,00 triliun atau tumbuh 63 persen.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement