AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

5 Tips Investasi Bagi Pekerja Kantoran, Nomor 4 Paling Penting

MILENOMIC
Mohammad Yan Yusuf
Rabu, 18 Mei 2022 14:06 WIB
Tips investasi bagi pekerja kantoran ini sangat dibutuhkan bagi pekerja kantoran ini akan membantu menyehatkan finansial Anda.
5 Tips Investasi Bagi Pekerja Kantoran, Nomor 4 Paling Penting. (Foto : MNC Media)
5 Tips Investasi Bagi Pekerja Kantoran, Nomor 4 Paling Penting. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Tips investasi bagi pekerja kantoran ini sangat dibutuhkan.

Dengan membaca tips investasi bagi pekerja kantoran ini akan membantu menyehatkan finansial Anda.

Lalu apa saja tips investasi bagi pekerja kantoran? Simak penjelasannya. 

1. Pahami Ragam Produknya

Tentunya sebelum memulai investasi, Anda harus lebih dulu mempelajari bagaimana cara kerja dan ragam dari setiap pilihan produknya. 

Karena itu, ada wajib mengetahui investasi, pengertian, cara kerja, untung serta rugi, termasuk tips dalam memilihnya sesuai kebutuhan dan profil risiko.

Selain itu, Anda bisa menyelami lebih dalam dengan mempelajari aspek terkait investasi yang lebih spesifik. 

2. Pelajari Cara Kerja dan Mulai dalam Nominal Kecil

Selanjutnya untuk berinvestasi, karyawan kantoran untuk berinvestasi mulai memperhatikan mempelajari cara kerja dan mulai dengan nominal kecil. 

Investasi sendiri tidak harus jumlah besar, Anda bisa memulai investasi dengan nominal yang kecil terlebih dulu sembari membiasakan diri dan belajar memahami cara kerjanya.

Termasuk jenisnya, Anda dapat memilih layanan atau aplikasi investasi online yang bisa diakses melalui smartphone, ataupun melalui bank dan perusahaan sekuritas dan membelinya secara offline. 

Salah satunya, coba beli salah satu produk reksa dana secara online.

Apapun itu, karena tujuan mengenal dan tidak pengalaman investasi, usahakan untuk tidak langsung panik saat nilai portofolio memerah. 

Melainkan, usahakan untuk mencari tahu apa faktor yang menyebabkan nilai reksadana menurun, dan antisipasi di aktivitas investasi yang selanjutnya.

3. Jangan Menunda

Setelah mulai memahami cara kerja investasi, proses pembelian, dan juga penjualannya, langkah selanjutnya yang penting untuk dilakukan adalah membiasakan diri untuk menanam modal. 

Termasuk reksa dana, Anda tidak harus mengumpulkan dana dalam jumlah besar terlebih dulu agar bisa berinvestasi. 

Tak sedikit reksa dana yang membolehkan investor menanam modal mulai dari 10 ribu Rupiah saja.

Selain itu, sesuaikan aktivitas investasi ini dengan tujuan finansial yang ingin diraih, misalnya, dana pernikahan, tabungan untuk berlibur, maupun sebagainya. 

Sembari melihat pergerakan nilai portofolio, tidak butuh waktu lama Anda akan mulai terbiasa untuk berinvestasi dan menjadikannya sebagai habit.

4. Optimalkan Kebiasaan Investasi

Selanjutnya, usahakan untuk mulai menyusun strategi dan pengelolaan keuangan guna mengoptimalkan kebiasaan investasi. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah menyisihkan sebagian penghasilan dengan nominal dana yang tetap setiap bulannya. Aktifkan fitur auto debit agar Anda bisa selalu berinvestasi secara rutin dengan nominal yang telah ditentukan sesuai kondisi finansial dan tujuan investasi.

5. Pilih Produk Investasi Paling Pas dengan Kebutuhan

Terakhir, pilih produk investasi yang dirasa paling pas dengan kebutuhan. 

Bagaimana cara menentukan produk investasi yang paling optimal? Hal pertama yang perlu ditentukan adalah tujuan investasi, misalnya, untuk membeli rumah, dana berlibur, maupun dana pendidikan, termasuk jangka waktu pengumpulannya.

Setelah itu, sesuaikan tujuan dan jangka waktu investasi tersebut dengan instrumen yang tepat. 

Jika jangka pendek, usahakan untuk memilih produk investasi berisiko rendah, seperti, deposito atau reksa dana pasar uang. Sebaliknya, jika jangka waktu investasi di atas 5 tahun, instrumen investasi berisiko tinggi seperti saham mungkin akan lebih ideal untuk dipilih karena mampu memberikan potensi keuntungan yang lebih besar.

Itulah tips investasi bagi pekerja kantoran. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan menambah wawasan Anda. 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD