AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Beber Kebijakan Transisi Energi, Jokowi Ajak Pelaku Bisnis AS Investasi di RI

ECONOMICS
Athika Rahma
Senin, 16 Mei 2022 11:42 WIB
Jokowi mengungkap sejumlah kekayaan alam Indonesia yang mendukung proses transisi energi. Dia pun mengajak para bos perusahaan AS investasi di RI.
Beber Kebijakan Transisi Energi, Jokowi Ajak Pelaku Bisnis AS Investasi di RI. (Foto: MNC Media)
Beber Kebijakan Transisi Energi, Jokowi Ajak Pelaku Bisnis AS Investasi di RI. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan para CEO dari perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat dalam rangkaian kunjungannya untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Khusus ASEAN-Amerika Serikat (KTT ASEAN).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengungkap sejumlah kekayaan alam Indonesia yang mendukung proses transisi energi. Oleh karena itu, dirinya mengajak para bos perusahaan sana untuk berinvestasi di Indonesia.

"Kami memastikan, bahwa produksi barang-barang penting akan dihasilkan dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan dan kami mengundang para pelaku bisnis di Amerika untuk berinvestasi di Indonesia," ujar Jokowi, dikutip dari Youtube Kesekretariatan Presiden, Senin (16/5/2022).

Jokowi membeberkan, Indonesia memiliki sumber energi hijau yang potensial dikembangkan, yaitu tenaga hidro dan geothermal.

Untuk tenaga hidro, sumbernya dikembangkan dari 4.400 sungai di Indonesia. Sementara geothermal memiliki potensi setidaknya 29.000 MW.

Jokowi juga mengatakan, dalam subsektor mineral, Indonesia menjadi negara penghasil biji nikel terbesar di dunia. Indonesia juga berkembang pesat dalam industri besi dan baja, dan saat ini menjadi negara penghasil besi baja stainless terbesar ke-2 dunia.

"Transformasi ini akan diikuti oleh tembaga dan bauksit. Aluminium juga menjadi tulang punggung industri EBT termasuk baterai lithium dan mobil listrik," pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD