Negara-negara OPEC tersebut langsung memutuskan untuk menghentikan pengeksporan minyak kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Hal itu membuat Amerika Serikat khawatir mengenai persediaan minyak, apalagi sampai kekurangan pasokan minyak dan harga minyak yang melonjak. Kasus tersebut pun akhirnya meluas ke negara maju lainnya yang kemudian menyebabkan krisis ekonomi terparah sepanjang sejarah.
4. Krisis Asia 1997
Krisis berikutnya terjadi tahun 1997, sebuah krisis Asia yang pertama kali muncul di Thailand. Kemudian menyebar cepat ke seluruh negara di Asia Timur serta mitra dagangnya. Awal terjadinya krisis ini yaitu pada saat pemerintah Thailand mengubah nilai tukar mata uangnya terhadap dolar Amerika Serikat.
Langkah ini membuat banyak investor panik serta memicu penurunan nilai mata uang di seluruh dunia. Kondisi ini menggerus cadangan mata valuta asing (valas) Thailand.
Indonesia pun turut merasakan dampak Krisis Asia ini pada 1998 dengan istilah Krisis Moneter 1998. Selain Indonesia, negara-negara di Asia Tenggara juga harus menurunkan
Produk Domestik Bruto (PDB) seperti negara Malaysia, Filipina, Singapura, dan negara lainnya. Sayangnya, inflasi dan peningkatan pengangguran serta kemiskinan tidak dapat dihindari.
Butuh waktu yang tidak sebentar untuk membuat kondisi ekonomi Asia kembali normal. Bahkan Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) harus turun tangan untuk membuat paket bailout bagi ekonomi yang paling terdampak.