AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Ingin Kerja di Jepang, Yuk Coba Ikut Program Tokutei Ginou Ini

MILENOMIC
Winda Destiana
Sabtu, 16 Oktober 2021 09:45 WIB
Tak sekedar berwisata, namun bekerja di negeri matahari terbit itu kini mulai dilirik milenial karena gajinya besar.
Pekerja di Jepang dapat gaji yen (Ilustrasi by Pexels)
Pekerja di Jepang dapat gaji yen (Ilustrasi by Pexels)

IDXChannel - Jepang masih menjadi salah satu negara yang menarik dikunjungi oleh milenial. Tak sekedar berwisata, namun bekerja di negeri matahari terbit itu kini mulai dilirik oleh anak muda karena gajinya yang lumayan besar. 

Pemerintah Jepang sendiri juga terbuka terhadap warga asing yang ingin hidup dan bekerja di negara mereka. Ini disebabkan karena Jepang kekurangan tenaga kerja sehingga banyak program yang dibuat salah satunya kerjasama dengan Indonesia. 

Program tersebut salah satunya adalah Tokutei Ginou (TG). Tokutei Ginou adalah salah satu program yang baru diinisiasi oleh pemerintah Jepang dalam memenuhi kekurangan tenaga kerja dari luar negeri. TG ini sendiri baru diresmikan pada 1 April 2019 silam. 

"Namun untuk di Indonesia sendiri MOU nya baru disahkan pada bulan 10 tahun 2019 lalu," ucap Andriansyah, pengurus JI GLOBALIFE Indonesia kepada IDXChannel belum lama ini. 

Dijelaskan lebih lanjut, TG ini sendiri mengarah kepada pekerja dengan keterampilan spesifik. Tidak semua bidang yang dipelajari saat pemagangan dahulu bisa masuk ke program ini. 

"Untuk saat ini bidang tersebut ada Perawat, Pertanian, dan Peternakan," kata Andri. 

Bukan tanpa alasan, dijelaskan lebih lanjut untuk saat ini yang ada di Indonesia baru mencakup tiga bidang tersebut. Sementara untuk bidang manufaktur tes nya baru ada di akhir bulan. 

Sebutan Tokutei Ginou sendiri sebetulnya merupakan jenis VISA baru yang diterbitkan guna melanjutkan program pemagangan dimana fungsi dari VISA tersebut adalah izin tinggal bagi warga negara asing di jepang sebagai pekerja. 

Tokutei Ginou tersebut juga terbagi ke dalam dua kategori, satu dan dua. Untuk TG pertama, pekerja diperbolehkan menggunakan kendaraan selama tinggal di Jepang, yang mana saat pemagangan tidak diperkenankan. Jika sudah melewati kontrak selama lima tahun, jika pekerja ingin melanjutkan ke TG kedua diperbolehkan. 

"Nah di TG kedua ini pekerja diperbolehkan membawa anak dan istri. Jika belum menikah bisa membawa orangtua untuk tinggal di Jepang," tambah Andri. 

Ditambahkan oleh Andri, jika pekerja tersebut sudah merasa betah dan perusahaan tempatnya bekerja tidak keberatan dengan kinerjanya, maka dia diperbolehkan untuk menetap di Jepang tanpa batas waktu. 

"Kalau sudah TG 2 biasanya sudah permanen," tambahnya. 

Lalu, jika ada seseorang yang belum berpengalaman bekerja di Jepang apakah bisa mengikuti program TG ini? Andri menjelaskan bahwa memang lebih mudah jika calon pekerja tersebut sudah memiliki pengalaman dan tempatnya bekerja dahulu menginginkan dirinya kembali. Pasalnya, jika tidak ada pengalaman, calon pekerja harus membawa dokumen persyaratan lain seperti SSW (Specified Skill Worker) dan JFT Basic. Kedua sertifikat ini wajib dimiliki oleh pemula yang ingin bekerja di Jepang melalui Tokutei Ginou. 

"TG sendiri ini tidak menutup pemula, tapi mereka harus memiliki SSW, tesnya ada di Tanjung Barat atau di MOI. Kemudian, untuk bahasanya harus sudah melakukan tes JFT Basic. Harus punya dua sertifikat wajib ini kalau mau kerja di Jepang. Nah kalau dia sudah pernah kerja di Jepang sebelumnya, lebih dari tiga tahun dan perusahaannya mau dia kembali, itu lebih mudah. Tidak perlu dua sertifikat tadi," papar Andri. 

Untuk usia sendiri, TG memang tidak ada batasan. Namun dari pihak perusahaan di Jepang mencari kandidat calon pekerja yang usianya masih produktif atau di bawah 35 tahun. 

"Karena di Jepang kerja fisik, badannya harus sehat dan kuat," imbuh Andri. 

TG dengan pemagangan adalah dua hal yang berbeda. TG memiliki kelebihan di penghasilan. 

"Dari segi gaji, kalau di TG dibayar bulanan. Misalnya ada libur panjang, pekerja dibayarnya tetap sesuai dengan gaji per bulan yang diterima. Tidak ada pemotongan," timpal Andri. 

JI GLOBALIFE merupakan sebuah perusahaan (bergerak di bidang jasa) penghubung antara pekerja Tokutei Ginou dengan Perusahaan Penerima di Jepang. 

Peserta Tokutei Ginou dari JI GLOBALIFE ketika sampai di Jepang

JI GLOBALIFE hadir sebagai salah satu solusi di tengah-tengah kebutuhan akan kurangnya tenaga kerja di Jepang sejak tahun 2019. JI GLOBALIFE berada di dua lokasi, Niigata Jepang dan Cibinong Indonesia. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD