4. Komparabilitas
Komparabilitas merujuk pada kemampuan untuk membandingkan laporan keuangan antara perusahaan yang berbeda atau antara periode yang berbeda dalam satu perusahaan. Laporan keuangan yang memiliki karakteristik komparabilitas memungkinkan pengguna untuk membandingkan kondisi dan kinerja finansial antar entitas bisnis yang relevan.
5. Kejelasan (Understandability)
Laporan keuangan harus disusun dengan cara yang jelas dan mudah dimengerti oleh pengguna yang memiliki pengetahuan dasar akuntansi. Kejelasan ini sangat penting agar para pemangku kepentingan, termasuk investor dan kreditor, dapat dengan cepat dan efektif memahami isi laporan keuangan tanpa kesulitan.
6. Tepat Waktu
Keakuratan laporan keuangan juga sangat tergantung pada ketepatan waktu penyajiannya. Laporan yang terlambat atau kedaluwarsa tidak akan memberikan nilai informatif yang maksimal karena sudah tidak relevan lagi dengan kondisi terkini perusahaan.
Oleh karena itu, penyusunan laporan keuangan yang tepat waktu adalah hal yang wajib untuk memastikan pengambilan keputusan yang baik.
7. Pengungkapan yang Memadai
Setiap laporan keuangan juga harus mencakup pengungkapan yang cukup mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan, estimasi yang dibuat, serta informasi tambahan lainnya yang diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kinerja keuangan perusahaan.
Pengungkapan yang memadai memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk memahami lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dan posisi keuangan perusahaan.
Selain itu, laporan keuangan juga memiliki beberapa karakteristik lainnya, seperti konsistensi, keberlanjutan, keterukuran, Kecermatan, Keterkaitan dengan periode akuntansi, pengungkapan penuh, kehati-hatian, materialitas, integritas.
Dengan laporan keuangan yang memenuhi karakteristik ini, perusahaan dapat memperkuat transparansi dan meningkatkan kepercayaan dari investor, kreditor, dan pemangku kepentingan lainnya.
(Shifa Nurhaliza Putri)