sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

OCBC Financial Fitness Index 2025 Catat Disiplin Keuangan Rendah, Hanya 12 persen Patuh Anggaran

Milenomic editor Shifa Nurhaliza Putri
25/12/2025 13:45 WIB
Di tengah kemudahan transaksi digital dan gaya hidup yang semakin konsumtif, anggaran keuangan kerap kalah oleh dorongan belanja impulsif dan tren sesaat.
OCBC Financial Fitness Index 2025 Catat Disiplin Keuangan Rendah, Hanya 12 persen Patuh Anggaran. (Foto: Ilustrasi)
OCBC Financial Fitness Index 2025 Catat Disiplin Keuangan Rendah, Hanya 12 persen Patuh Anggaran. (Foto: Ilustrasi)

Mulai dari menyusun anggaran bulanan, memahami manajemen keuangan pribadi, hingga menerapkan strategi hemat agar tagihan kartu kredit tidak menumpuk, semuanya perlu direncanakan sejak awal tahun. Agar rencana “healing” dan resolusi tahun baru tetap aman di kantong, ada tiga langkah sederhana yang bisa diterapkan, seperti:

1. Tetapkan Anggaran, Termasuk untuk Kartu Kredit.
Menentukan anggaran bulanan dapat membantu menghindari pengeluaran berlebihan. Penggunaan kartu kredit sebaiknya dibatasi, misalnya maksimal 15 persen dari penghasilan bersih bulanan. Ketika batas tersebut tercapai, penggunaan kartu kredit perlu dihentikan hingga periode berikutnya.

2. Kurangi Frictionless Spending.
Frictionless spending merujuk pada kebiasaan belanja yang serba cepat dan minim hambatan, seperti one-click checkout, tap-to-pay, atau pembayaran QR melalui ponsel. Untuk menekan risiko overspending, masyarakat disarankan melepas kartu dari e-wallet atau marketplace, mematikan fitur one-click checkout, serta menyimpan kartu kredit di dompet terpisah.

3. Bangun Sistem “Bayar Dulu, Baru Belanja”.
Caranya dengan membuat rekening khusus untuk membayar tagihan kartu kredit. Setiap kali melakukan transaksi, dana langsung disisihkan atau dibayarkan sebagian agar tagihan tidak menumpuk di akhir periode.

Mengelola keuangan memang tidak bisa dilakukan secara instan. Namun, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar. Dengan anggaran yang realistis, kebiasaan belanja yang lebih sadar, dan sistem pembayaran yang disiplin, anggaran tak lagi sekadar rencana di atas kertas, melainkan alat untuk mencapai kondisi keuangan yang lebih sehat.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement