"Saya punya mindset 'intinya di balik sesuatu yang besar pasti terdapat peluang yang besar juga'," jelas Agus.
Di Kelas Bahasa, kata Agus, ada dua metode pembelajaran yaitu aktif dan pasif. Selain itu juga menyediakan panduan siswa untuk belajar dari manapun.
"Masyarakat juga berkata bahwa ada masalah yg cukup serius dan bertanya-tanya, kita sudah belajar bahasa Inggris dari SD hingga SMA akan tetapi kita masih saja belum lancar dalam bahasa Inggris, kendala tersebut karena rutinitasnya," ujar Agus.
Menurutnya, hal itu terjadi lantaran pembelajaran di sekolah kebanyakan teori, minim praktik dan juga kurangnya sarana untuk mempraktikkan bahasa tersebut dalam sehari-hari.
"Jika siswa benar-benar fokus dalam belajar, maka hanya perlu waktu dua bulan untuk bisa lancar bahasa Inggris," ucap Agus.
Agus menggunakan dua strategi marketing dalam membesarkan Kelas Bahasa yakni melalui media online dan relasi alumni.
(Penulis: Arianto Haryono/Magang)
(YNA)