Departemen Luar Negeri AS memperkirakan sekitar 10 juta pengunjung akan datang ke negara tersebut selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Turnamen dijadwalkan dimulai pada 11 Juni dan berlangsung di sejumlah kota di AS, Meksiko, serta Kanada.
Kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menjadi sorotan karena dinilai bertentangan dengan komitmen FIFA yang ingin menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen paling inklusif dalam sejarah.
Selain kebijakan visa bond, setidaknya 39 negara juga masih berada dalam cakupan larangan perjalanan yang lebih luas. Di antaranya Iran dan Haiti yang juga menjadi peserta Piala Dunia, sementara the Ivory Coast dan Senegal masih dikenakan pembatasan perjalanan parsial.
Sejumlah organisasi hak asasi manusia juga menyoroti isu penegakan kebijakan imigrasi selama penyelenggaraan turnamen, termasuk peran Immigration and Customs Enforcement (ICE) dalam pengamanan pertandingan di AS.
(Shifa Nurhaliza Putri)