Selain itu, pengeluaran untuk prioritas jangka pendek mendominasi. Akibat tekanan ini, 56 persen responden kini lebih fokus pada pengelolaan pengeluaran sehari-hari dalam 12 bulan ke depan, alih-alih fokus pada menabung maupun investasi.
Bahkan, 48 persen responden mengaku belum memiliki rencana keuangan jangka panjang, atau maksimal hanya merencanakan keuangan hingga satu tahun ke depan.
Sehingga, survei menyatakan bahwa untuk menyiasati lonjakan biaya hidup, masyarakat melakukan berbagai langkah darurat jangka pendek yang berisiko bagi masa depan mereka.
Ada 26 persen partisipan yang mengurangi atau menunda pengeluaran kebutuhan penting, ada 23 persen lainnya terpaksa menguras tabungan mereka, dan lima persen partisipan memilih menunda kontribusi dana pensiun.
Literasi Keuangan Terbukti Mampu Bantu Individu di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Di tengah ketidakpastian ekonomi, tingkat literasi keuangan atau kemahiran mengelola uang terbukti menjadi pembeda utama antara mereka yang stres dan yang tetap tenang.