AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Terdampak Covid-19 dan Kebutuhan Hidup, Alasan Milenial Pinjam Uang ke Pinjol

MILENOMIC
Winda Destiana
Senin, 29 November 2021 11:07 WIB
Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2020 lalu menyebutkan bahwa usia 19-34 tahun paling mendominasi memiliki utang dari pinjol.
Terdampak Covid-19 dan Kebutuhan Hidup, Alasan Milenial Pinjam Uang ke Pinjol
Terdampak Covid-19 dan Kebutuhan Hidup, Alasan Milenial Pinjam Uang ke Pinjol

IDXChannel - Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2020 lalu menyebutkan bahwa usia 19-34 tahun paling mendominasi memiliki utang dari pinjaman online (pinjol). Data menunjukkan sekitar 70,07 persen. 

Berdasarkan jenis kelamin, jumlah peminjam nyaris rata antara laki-laki dan perempuan. Menurut Perencana Keuangan sekaligus pendiri dari Mitra Rencana Edukasi, atau MRE Mike Rini Sutikno mengatakan milenial memiliki beragam alasan hingga akhirnya harus mengambil pinjaman dari financial technology (fintech). 

Terlebih sejak pandemi Covid-19 menghampiri dunia, tak terkecuali Indonesia, sektor perekonomian pun ikut lumpuh. Menurut Mike, kebanyakan orang mengambil pinjaman di tengah pandemi karena terdesak oleh kebutuhan hidup. 

"Semenjak ada pandemi, memang terasa sekali dampaknya di perekonomian. Risiko kesehatan menyebabkan kita mengeluarkan anggaran lebih untuk mengatasinya," jelas Mike belum lama ini. 

Menurut Mike, keadaan akan semakin sulit ketika seseorang tersebut terpapar Covid-19, yang mana dia juga merupakan seorang pencari nafkah tunggal di keluarganya. Ditambah lagi orang tersebut tidak memiliki dana darurat sama sekali.

"Jika keluarga tersebut tidak memiliki dana darurat, hal yang lantas terbesit adalah dengan mengambil pinjaman lewat pinjol. Ini bisa menjadi alasan mengapa pinjol kian tumbuh sejak pandemi melanda," tambah Mike. 

Dijelaskan lebih lanjut oleh Mike, pandemi Covid-19 membatasi segala pergerakan masyarakat yang mengakibatkan bisnis maupun usaha kecil mengalami penurunan pendapatan. Adanya PHK serta pemotongan gaji. 

"Semakin terdesak dengan keadaan seperti itu, banyak orang akhirnya mengamil jalan pintas dengan pinjol."

"Terlebih pinjam uang dari pinjol lebih mudah ketimbang bank. Prosesnya juga cepat, jadi masyarakat menilai ini sebuah solusi, meskipun ada bahaya lebih besar di luar sana terkait pinjol ini," sambung Mike. 

Mike menilai, tidak ada salahnya jika memang terdesak untuk mengambil pinjaman, namun alangkah baiknya dicari tahu lebih detail bagaimana skema, penghitungan bunga dan apakah pinjol tersebut resmi atau ilegal. 

"Pinjol hanya akan menambah masalah jika kemampuan membayarnya tidak ada," tutup Mike. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD