Sementara itu, 24 RSUD lainnya dijadwalkan selesai pada 2027, yakni di Kabupaten Sabu Raijua, Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, Tambrauw, Maybrat, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Supiori, Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya, Sarmi, Lanny Jaya, Pegunungan Arfak, Yahukimo, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Tolikara, Nduga, Yalimo, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, dan Deiyai.
Sebagian besar rumah sakit tersebut berada di wilayah kepulauan, perbatasan, serta kawasan pegunungan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.
Masyarakat di Daerah Kini Dapat Berobah dalam Jarak Lebih Dekat
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, percepatan peningkatan 66 RSUD menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bidang kesehatan.
Saat melaporkan perkembangan program tersebut kepada presiden pada 9 Juni 2026, Budi menyampaikan bahwa peningkatan rumah sakit kelas D dan D Pratama menjadi kelas C terus dipercepat untuk memperluas akses layanan kesehatan spesialistik di daerah.
Sehari kemudian, saat mendampingi Presiden Prabowo meresmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Budi menegaskan pembangunan rumah sakit tidak berhenti pada pembangunan fisik.