"Dan saat ini 900 WNI masih berada di penampungan sementara yang dikoordinasikan fasilitasnya oleh KBRI dan otoritas setempat," kata Heni.
Sebelumnya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mengatakan, pihaknya terus berupaya menjaga kesejahteraan para WNI di tengah keterbatasan fasilitas.
“KBRI berupaya memastikan kebutuhan dasar WNI terpenuhi selama menunggu proses kepulangan ke Indonesia,” ujar Santo.
Lonjakan jumlah pelapor ini diakui Santo mulai membebani kapasitas fasilitas yang tersedia di Kamboja.
“Saat ini, memang jumlah WNI yang melapor ke KBRI lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang pulang. Kondisi ini dapat menyebabkan tempat penampungan sementara menjadi overcapacity,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)