Dia menambahkan, minat masyarakat masih tinggi pada tanggal-tanggal favorit mudik, meski skema penjualan telah dimajukan.
"Skema ini memberi fleksibilitas bagi pelanggan dalam menentukan waktu perjalanan sekaligus membantu distribusi arus mudik agar lebih merata," katanya.
Sementara itu, penjualan tiket tercatat lebih rendah di luar periode puncak, seperti pada H1 Lebaran 21 Maret 2026, tiket yang terjual baru mencapai 46.515.
Tak hanya itu, pada H2 hingga H4 Lebaran, jumlah pemesanan berada di kisaran 55.425 hingga 59.878 tiket. Data ini mengindikasikan bahwa perubahan mekanisme penjualan belum sepenuhnya menggeser pola perjalanan masyarakat. KAI menyebut penjualan masih berpotensi meningkat karena pemesanan tiket dibuka hingga 24 Maret 2026.
“Angka penjualan diperkirakan akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya penjualan,” kata Anne.
Arus mudik masih didominasi kota-kota di Pulau Jawa. Stasiun Pasarsenen menjadi tujuan terpadat dengan 38.710 penumpang, Yogyakarta 27.241 penumpang, Purwokerto 25.782 penumpang, dan Semarang Tawang 23.593 penumpang.
(Nur Ichsan Yuniarto)