Airlangga menjelaskan bahwa selama periode negosiasi, pemerintah secara aktif melakukan diplomasi melalui empat kali kunjungan ke Washington, DC, tujuh putaran perundingan, serta lebih dari sembilan kali pembahasan, baik secara langsung maupun virtual, dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR).
(kunthi fahmar sandy)