IDXChannel—Singapura mulai memberlakukan pengecekan kesehatan pada pekerja migran dari Bengal Barat, India, untuk mengantisipasi persebaran virus Nipah. Sebelumnya, otoritas India melaporkan dua kasus infeksi virus Nipah pada Januari.
Mengutip CNA (4/2/2026), hingga saat ini memang belum ada laporan kasus positif di Singapura. Namun pemerintah setempat telah mengambil langkah preventif ketat untuk mengantisipasi.
Menurut juru bicara Kementerian Ketenagakerjaan Singapura, terdapat sejumlah pekerja migran dari Bengal Barat tiba di negara tersebut tiap bulan. Pengecekan dilakukan pada onboard centre dan asrama pekerja.
Pekerja yang baru tiba dari Bengal Barat diharuskan untuk mengecek suhu tubuh dan gejala-gejala setiap hari selama menghuni onboard centre selama 14 hari sejak kedatangannya.
Sebelum Singapura, Thailand telah lebih dulu memberlakukan pengecekan kesehatan di bandara internasional. Pada akhir Januari, pengecekan dan langkah preventif makin diperketat.
Melansir Nation Thailand, penumpang pesawat dari area berisiko yang mengalami demam atau masalah pernapasan, diwajibkan menunjukkan sertifikat layak terbang. Maskapai juga diminta untuk membagikan formulir deklarasi kesehatan khusus penumpang dari wilayah outbreak (Bengal Barat).
Negara lain yang mulai mengambil langkah preventif selain Thailand dan Singapura adalah Nepal dan Malaysia. Negeri Jiran melaksanakan skrining kesehatan pada pintu masuk perbatasan Malaysia–Thailand.
Kasus virus Nipah yang terjadi di India membuat beberapa negara di Asia meningkatkan kewaspadaan. Virus Nipah sendiri dikenal sebagai patogen yang sangat mematikan, dengan tingkat kematian pada manusia antara 40% hingga 75%.
Virus Nipah merupakan virus zoonotik, artinya dapat menyebar dari hewan ke manusia. Penularan sebagian besar terjadi melalui kontak dengan kelelawar buah yang membawa virus tersebut, termasuk melalui cairan tubuh seperti air liur, urine, atau kotoran.
Penularan antar manusia juga bisa terjadi meskipun lebih jarang dibanding penularan dari hewan ke manusia. Kini negara-negara di Asia memperketat kawasan akibat virus tersebut.
Apalagi sebentar lagi menjelang periode perjalanan tinggi seperti Tahun Baru Imlek. Namun virus ini memang belum menyebar luas di India sehingga masyarakat terdampak diperkirakan masih rendah.
Virus Nipah sendiri dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Gejalanya seperti demam tinggi dan ensefalitis (peradangan pada otak) yang memerlukan perawatan medis.
Bagi kelompok usia tertentu dan mereka yang memiliki sistem imun lemah bisa berisiko lebih tinggi terhadap komplikasi penyakit ini. Untuk itu masyarakat dan otoritas kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap risiko zoonotik ini.
(Nadya Kurnia)