sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Arab Saudi Jual Minyak lewat Oman usai Jalur Pipa Dirusak Serangan Drone

News editor Wahyu Dwi Anggoro
16/09/2026 15:25 WIB
Arab Saudi meningkatkan penjualan minyak mentah ke Asia melalui transfer kapal ke kapal di lepas pantai Oman.
Arab Saudi Jual Minyak lewat Oman usai Jalur Pipa Dirusak Serangan Drone. (Foto: AP)
Arab Saudi Jual Minyak lewat Oman usai Jalur Pipa Dirusak Serangan Drone. (Foto: AP)

IDXChannel - Arab Saudi meningkatkan penjualan minyak mentah ke Asia melalui transfer kapal ke kapal di lepas pantai Oman.

Dilansir dari CNA pada Rabu (16/9/2026), hal itu dilakukan setelah serangan drone merusak jalur pipa minyak yang menghubungkan kawasan Teluk dengan Laut Merah.

Menurut sejumlah sumber, perusahaan minyak negara Saudi Aramco telah menawarkan jenis minyak mentah Arab Light, Arab Medium, dan Arab Heavy, kepada pembeli jangka panjang di Asia untuk dimuat di dekat pelabuhan Sohar di Oman. Pelabuhan itu berada di luar Selat Hormuz.

Dalam beberapa minggu terakhir, Aramco telah membuat setidaknya dua penawaran serupa untuk Arab Medium dan Arab Heavy kepada pembeli di Asia.

Minggu lalu, Arab Saudi menggandakan aktivitas pengisian muatan minyak mentah di terminal Ras Tanura dan Juaymah di dalam kawasan Teluk menjadi sekitar dua kapal tanker per hari, atau setara dengan sekitar empat juta barel per hari. Angka tersebut berdasarkan pelacakan satelit oleh perushaan konsultan Energy Aspects.

Data pelacakan kapal  dari Kpler menunjukkan empat kapal tanker sangat besar yang mampu membawa total delapan juta barel minyak mentah sedang melakukan pengisian muatan di Ras Tanura pada Rabu ini.

Sama seperti Aramco, produsen lainnya di Teluk juga menawarkan minyak mentah untuk dimuat di luar Selat Hormuz setelah mengamankan kapal untuk mengangkut pasokan melalui jalur maritim tersebut, seringkali dengan sinyal pelacakan yang dimatikan.

Sejak Februari, Arab Saudi mengandalkan jalur pipa Timur-Barat untuk mengekspor minyak dari Teluk melalui Laut Merah. Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran membatasi laku lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur maritim vital yang menghubungkan kawasan Teluk dengan belahan dunia lainnya.

Arab Saudi menutup jalur pipa Timur-Barat tersebut pada Jumat setelah kerusakan akibat serangan drone, yang menyebabkan harga minyak global mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir minggu ini.

Setidaknya satu pembeli Asia dengan kargo yang dijadwalkan untuk dimuat bulan ini mengatakan telah menerima pemberitahuan dari Aramco bahwa pengiriman dari Yanbu akan ditunda dan dijadwal ulang. Pemberitahuan tersebut tidak menyebutkan lamanya penundaan.

Sementara itu, Arab Saudi memberitahukan kepada pelanggan Eropa bahwa beberapa kargo minyak mentah yang dijadwalkan dimuat pada September akan dibatalkan. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement