Begitu pintu kereta dibuka, gelombang penumpang langsung mengalir keluar membawa berbagai macam barang bawaan.
Antrean panjang juga terlihat di area eskalator yang menuju lantai dasar. Petugas keamanan stasiun dan petugas pelayanan penumpang tampak berjaga guna mencegah penumpukan di titik-titik vital.
Tak hanya penumpang, kesibukan juga terlihat dari para petugas porter. Dengan seragam biru khasnya, mereka tampak cekatan membantu para pemudik mengangkut barang-barang berat dari dalam gerbong kereta menuju area penjemputan.
Dari data PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daop 1 Jakarta hingga pukul 09.00 WIB, volume kedatangan penumpang mencapai 52.937 orang.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah penumpang yang berangkat dari Jakarta, yakni sebanyak 35.855 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, tren kedatangan penumpang masih mendominasi sejak periode arus balik dimulai pada 23 Maret 2026.
"Kami melihat arus balik masih terus berlangsung dengan jumlah kedatangan yang konsisten tinggi," ujar Franoto dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
"Hal ini menunjukkan mobilitas masyarakat kembali ke Jakarta dan sekitarnya masih cukup besar hingga beberapa hari ke depan," katanya.
Dua stasiun utama, yakni Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, masih menjadi titik terpadat arus balik. Stasiun Pasar Senen mencatat kedatangan tertinggi dengan 18.239 penumpang, disusul Stasiun Gambir sebanyak 16.061 penumpang, dan Stasiun Bekasi sebanyak 8.008 penumpang.
(Dhera Arizona)